Semangat Kampus Merdeka Sejalan dengan Semangat Pendidikan Ki Hajar Dewantara

SIARAN PERS
Nomor : 015/Sipres/III/2020

Yogyakarta – Setelah diluncurkannya kebijakan Merdeka Belajar : Kampus Merdeka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, masih banyak kalangan yang memerlukan informasi mengenai implementasi kebijakan tersebut. Menjawab hal itu, Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam, Menjadi Narasumber “Jagongan Merdeka Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa” sekaligus sosialisasi kebijakan Kampus Merdeka di Kampus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Sabtu (7/3).

Nizam menyampaikan tentang kebijakan Kemdikbud tersebut semangatnya sama dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menjadikan sumber daya pendidikan Indonesia sebagai insan merdeka yang bertanggung jawab, dewasa, produktif, berkarya untuk kemajuan bangsa dan negara.

Nizam mengatakan saat ini di dalam konteks kehidupan kekinian yang kita kenal, perubahan sangat cepat dengan adanya revolusi industri yang menimbulkan perubahan yang besar dan cepat bersamaan dengan perubahan lingkungan, sosial, ekonomi maupun budaya yang berkembang dimasyarakat.

“Saat ini kita mengenal dengan istilah revolusi industri 4.0, ketika mesin-mesin itu bisa bekerja sendiri untuk menggantikan manusia di dalam bekerja,” ujar Nizam.

Nizam menjelaskan bahwa manusia harus mendefinisikan ulang tentang pendidikan, karena nyatanya anak zaman sekarang, bahkan lebih produktif dengan cara yang berbeda. Contohnya menurut Nizam, dilihat dari sisi penghasilan, pekerja kantoran belum tentu pendapatannya lebih tinggi dari anak-anak zaman sekarang yang menggunakan media digital untuk mendapatkan penghasilan.

“Kalau kita masih menggunakan pendekatan pembelajaran pada abad ke-18 dengan memfokuskan pembelajaran kelas dan laboratorium yang menjadi salah satu ruang ilmu, maka akan menjadikan anak-anak kita tertinggal, dikarenakan sumber belajar itu sekarang ini ada dimana-mana,” jelasnya.

Dengan transformasi yang saat ini terjadi, lanjut Nizam, orang akan lebih dibebaskan memilih bekerja sesuai dengan keinginan masing-masing, dan tidak lagi terpatri pada satu bidang kerja.

“Ekonomi sekarang tidak lagi berbasiskan kepada ruang, taman, dan sebagainya. Bahkan ada yang memiliki omset besar hanya dengan menggunakan teknologi,” kata Nizam.

Nizam tambahkan bahwa data dan informasi sekarang ini adalah modal tercepat untuk meningkatkan ekonomi dengan perubahan sosial, politik dan budaya. Ini menurutnya yang akan menghasilkan banyak talenta kreatif.

Kecakapan mahasiswa bahkan seorang sarjana tidak lagi cukup tentang disiplin keilmuan yang mereka pelajari yang sesuai dengan program studinya. Sekarang ini setiap individu dimerdekakan dan diangkat oleh teknologi agar menjadi seseorang dalam waktu yang sangat singkat,” ujarnya.

Menurut Nizam kalau kita melakukan pendidikan yang tidak memberikan kebebasan bagi anak-anak kita dengan ilmu yang sudah tertinggal, apalagi memaksa mahasiswa hanya belajar dari dosennya, dan hanya mendapat ilmu dari dosennya, akan sulit mendapatkan lulusan yang kompetitif.

“Janngan sampai kita tidak memerdekakan anak-anak kita menjadi insan merdeka seperti cita-cita Ki Hajar Dewantara.
Yang disampaikan oleh Mas Menteri adalah sesuatu yang fundamental untuk mendistribusi kita dan perguruan tinggi untuk berubah sesuai dengan perubahan alam yang terjadi pada saat ini. Maka pendidikan kita harus merevolusi menuju pendidikan 4.0 dimana sentralnya adalah mahasiswa, dosen, dan mahasiswa itu sama-sama belajar untuk menciptakan bersama-sama ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan masa depan bangsa,” tuturnya.

Nizam jelaskan bahwa sekarang fokus kita tidak kepada mata kuliah, tetapi pada capaian hasil pembelajaran yang tangguh, fleksibel dan dinamis, karena dunia yang sangat pesat sekali perubahannya.

Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Ki Pardimin, menyampaikan bahwa tujuan diadakannya acara ini untuk memberikan masukan dengan kebijakan pemerintah, khususnya Kemdikbud, berkaitan dengan kampus merdeka dan merdeka belajar, dimana kebijakan ini sesuai dengan tujuan Tamansiswa.

Acara tersebut dihadiri oleh unsur Majelis Guru Besar Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, PKBTS, Ketua Alumni, dan tim dosen Universitas Tamansiswa. (DZI/ YH/AND/YGS)

Humas Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Please follow and like us:
42

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *