AMIC Annual Conference ke-29 Perkuat Peluang Kerja Sama Negara Asia-Afrika

Universitas Padjadjaran melalui Fakultas Ilmu Komunikasi bekerja sama dengan Asian Media and Information Center (AMIC), menggelar AMIC Annual Conference ke-29 di Hotel Savoy Homann, Bandung pada Kamis (28/9/2023) hingga Sabtu (30/9/2023).

Mengusung tema “Talk ASAP: Africa Asia Pacific Dialogue on Communication Issues”, acara ini dihadiri lebih dari 200 peserta yang berasal dari 14 negara. Keempat belas negara tersebut terdiri dari Arab Saudi, Thailand, Taiwan, Singapura, Filipina, Selandia Baru, Myanmar, Malaysia, Jepang, Indonesia, India, China, Bangladesh, dan Australia.

Selain itu, turut hadir pembicara utama, yakni Direktur Eksekutif Japan International Cooperation Agency (JICA) sekaligus penulis buku Connecting Africa and Asia Afrasia as a Benign Community, Dr. Yoichi Mine dan pembicara panel yang berjumlah 20 orang.

AMIC Annual Conference tahun ini digelar dengan tujuan untuk berbagi pengalaman, perspektif, ide alat, teknologi, serta untuk memberikan kesempatan bagi kerja sama intra-regional, antar-regional, dan antar-benua.

Baca Juga :  Bantu Sertifikat Halal UMKM, Mahasiswa ITS Inovasikan Pendeteksi Alkohol

Acara ini juga bertujuan untuk menjadi wadah guna mempererat kerja sama di antara negara-negara di Asia dan Afrika. Sebab, ada banyak potensi kerja sama yang bisa dilakukan oleh negara-negara di kedua benua tersebut.

“Konferensi ini dapat menjadi kick off untuk banyaknya kolaborasi di antara bangsa-bangsa Asia dan Afrika, seperti pertukaran pelajar, kolaborasi riset, dan publikasi bersama,” ujar Sekretaris Jenderal AMIC, Mr. Ramon R. Tuazon.

Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti dalam sambutannya mengatakan, AMIC Annual Conference ini diharapkan bisa memberi sumbangsih untuk meningkatkan angka melek digital penduduk Indonesia. Sebab, pemerintah berharap jumlah penduduk yang melek digital semakin banyak.

“Tentu pemerintah berharap jumlah penduduk yang melek digital semakin banyak. Namun, yang menjadi persoalan bukan hanya meleknya, tetapi bagaimana bijaksana dan bisa menjadikan kita produktif,” ujar Prof. Rina.

Baca Juga :  PEMBIMBINGAN SELF ASSESSMENT MENUJU PREDIKAT WBK DAN WBBM

Dr. Crispin C. Maslog selaku perwakilan AMIC menambahkan, saat ini, tidak hanya negara-negara di Asia saja yang telah berkembang di bidang ilmu komunikasi, tetapi juga negara-negara di Afrika. Oleh karena itu, ia berharap, acara ini bisa membuat ilmu komunikasi menjadi lebih berkembang. Tidak hanya di Asia, tetapi juga di Afrika.

Lebih lanjut, Wakil Menteri Kominfo RI, Nezar Patria, menyampaikan bahwa peran akademisi di bidang komunikasi sangatlah penting. Sebab, merekalah yang menjadi ujung tombak dalam menyampaikan pesan-pesan dan melakukan riset yang berguna bagi pemerintah dan industri.

Nezar juga memberikan apresiasi atas digelarnya AMIC Annual Conference ke-29 ini. Ia berharap acara ini dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kami memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan AMIC (Annual Conference) ke-29 ini. Semoga hasilnya dapat diaplikasikan kepada publik luas,” ujarnya.*

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading...
296 Views