Uji Kompetensi Berlangsung Sesuai Standar Protokol Kesehatan

Uji Kompetensi Nasional program pendidikan tenaga kesehatan gelombang pertama tahun 2020 mulai diselenggarakan hari ini (18/7). Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Aris Junaidi meninjau langsung pelaksanaan Uji Kompetensi di Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo).

Didampingi Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Yogyakarta, Bhimo Widyo Andoko, Aris melakukan visitasi ke ruangan yang digunakan untuk menyelenggarakan ujian. Aris perlu memastikan bahwa pelaksanaan Uji Kompetensi berjalan lancar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Dirinya menjelaskan bahwa pelaksanaan Uji Kompetensi kali ini menjalankan protokol yang lebih ketat dibanding sebelumnya. Hal ini menurutnya dapat meminimalisasi penyebaran virus Covid-19. Ruang ujian pun harus memenuhi standar tertentu dengan tetap menjaga jarak antar peserta.

“Sebelum memasuki ruangan, peserta akan diberikan menggunakan masker medis baru dan diperiksa suhu tubuhnya, setelah itu peserta diwajibkan mencuci tangan dan akan diberi sarung tangan. Selesai ujian, ruangan perlu kembali disterilkan dengan penyemprotan desinfektan,” ujar Aris.

Selain standar kesehatan, Aris menuturkan, koneksi internet stabil juga menjadi standar lain yang perlu dimiliki ruang Uji Kompetensi. Pasalnya pelaksanaan Uji Kompetensi kali ini menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) yang sepenuhnya daring. Hal ini berbeda dengan Uji Kompetensi tahun sebelumnya yang juga menggunakan CBT namun belum secara daring.

Uji Kompetensi merupakan ujian wajib yang perlu dilalui oleh seluruh mahasiswa bidang kesehatan. Setelah lulus Uji Kompetensi, mahasiswa akan diberikan sertifikat kompetensi maupun sertifikat profesi yang menjadi syarat pengurusan Surat Tanda Registrasi (STR) atau Surat Izin Praktik (SIP).

Aris berharap seluruh mahasiswa yang mengikuti Uji Kompetensi ini sehat dan siap. Menurutnya hal terpenting saat ini adalah tetap menjaga kesehatan serta mempersiapkan diri menghadapi ujian dengan belajar.

“Jika mahasiswanya sehat dan siap, mereka bisa segera lulus, segera mendapatkan STR, dan bisa segera bekerja memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat,” tutup Aris. (YH/ALV/DZI/FH/DH/NH)

Humas Ditjen Dikti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Please follow and like us:
39

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *