Diminati Calon Mahasiswa, Inilah Keunggulan Program Studi Agribisnis IPB Universit

Program Studi Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University termasuk dalam sepuluh besar program studi unggulan yang paling diminati di IPB University. Prodi Agribisnis IPB University juga menjadi trendsetter dalam pendidikan Agribisnis di Indonesia.  

“Kualitas Program Studi Agribisnis sudah mendapat pengakuan secara nasional maupun internasional dengan terakreditasi A (Sangat Baik) dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan TInggi sampai tahun 2023 dan tersertifikasi ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN QA) sejak tahun 2015,” ujar Ketua Departemen Agribisnis, Dr Dwi Rachmina.

Program Studi Agribisnis juga memiliki jaringan yang luas, baik dengan perguruan tinggi maupun lembaga penelitian di dalam maupun di luar negeri. Kerjasama yang dijalin yakni kerjasama di bidang pendidikan, penelitian dan publikasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Kerjasama pendidikan antara lain meliputi pertukaran mahasiswa (exchange student), pertukaran dosen (exchange staff), credit earning, summer course, short course, pengembangan kurikulum (curriculum development). Kerjasama penelitian dan publikasi bersama (joint research and publication) serta pengembangan kapasitas staf dan manajemen program studi dilakukan melalui Niche Project yang melibatkan konsorsium lima universitas terbaik di Eropa. Yaitu maastricht school of management (MSM), Wageningen University dan Twente University di Belanda, Goettingen University dan Kassel University di Jerman, dengan pendanaan dari NUFFIC Belanda sejak tahun  2011 sampai tahun  2016.

“Dosen-dosen kami juga memiliki kompetensi dan kualifikasi pendidikan yang sangat baik. Sebagian besar sudah bergelar doktor (S3) dan memiliki jaringan yang sangat luas. Salah satu dosen pernah mendapatkan penghargaan “Ordre du Merite Agricole” dari Pemerintah Republik Perancis,” jelasnya.  

Baca Juga :  Menuju Satu Data Indonesia: Peran dan Kolaborasi Antar Lembaga Diperlukan

Kepakaran dosen Agribisnis juga diakui baik di level nasional maupun internasional.
Pada level internasional, dosen Agribisnis IPB University ada yang menjadi Advisory Board Andgreen Fund dan juga menjadi pakar pada perusahaan multinasional seperti East West Seed Indonesia.

Pada level nasional, keterlibatan Dosen Agribisnis IPB University sangat banyak. Baik di pemerintahan, swasta, organisasi nonprofit maupun organisasi profesi atau asosiasi.

Pada bidang pemerintahan, ada yang menjadi Wakil Menteri Pertanian, Wakil Menteri Perdagangan dan Staf Ahli Presiden pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Staf Ahli Kementerian Perdagangan, Staf Ahli Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Bulog, Bappenas, tenaga ahli dalam berbagai kajian, serta narasumber.  

Pada perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dosen Agribisnis IPB University juga menjadi dewan komisaris, tenaga ahli, dan nara sumber.  

Pada organisasi profesi atau asosiasi profesi, dosen Agribisnis IPB University banyak terlibat aktif dan menjadi Pengurus Pusat (PP) serta Ketua pada Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Asosiasi Agribisnis Indonesia (AAI), Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dan ISEI Bogor Raya.

“Pada level internasional, beberapa dosen menjadi member pada International Food and Agribusiness Management Association (IFAMA) dan The International Society for Southeast Asian Agricultural Sciences (ISSAAS),” imbuhnya.

Program Studi Agribisnis juga memiliki fasilitas unggulan berupa laboratorium komputer multimedia, studio mini, ruang kuliah yang nyaman, social room, dan Satuan Usaha Akademik (SUA) G-BIKE serta mitra kelompok tani (sebagai media magang mahasiswa).

Baca Juga :  Teken MoU, ITS Perpanjang Kerja Sama dengan Udinus

Lapangan kerja dan atau usaha yang membutuhkan lulusan sarjana Agribisnis IPB University sangat luas.  Mereka bisa menjadi wirausaha muda mandiri bidang agribisnis, manajer profesional pada perusahaan agribisnis baik nasional maupun internasional, staf profesional (pejabat publik) pada lembaga pemerintah (Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia), manajer profesional pada lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank, konsultan dan pendamping Agribisnis dan peneliti pada lembaga penelitian pemerintah dan atau swasta.

“Kami juga punya beberapa Alumni Inspriratif. Sebagai Wirausaha Muda ada Agus Ali Nurdin (Okiagaru Farm), Edi  Pratama (CEO PT Musim Panen Harmonis), Mia Harma (Owner Cukbi), Stiffen Firdaus Solagrasia (Founder Bibikost), Aghnia An’umillah (Owner Jilbrave), Astri Dwi Ambarwati (CEO Orlin Farm), ” urainya.

Sebagai pejabat publik di pemerintahan atau perbankan ada Haris Fatori Aldila (Bank Indonesia), Meidina Megan Andriani (Badan Pusat Penanaman Modal RI), Bobi Afif Nasution (Walikota Kota Medan) dan Destia Eka Putri (BRI). Sebagai manajer profesional, kami punya Najmi Anniro (Danone-Belanda), Dhida Praja Kusuma (Pertamina), Faisal Nafis (Nestle), Gita Triatmojo (Nestle), Hata Madia Kusumah (PT Sari Husada) dan Luthfiah Nur (Corteva Agriscience).

“Sebagai peneliti, kami ada M Rizky Prayogo (Kementerian Pertanian) dan Isnurdiansyah (Peneliti CIFOR),” tandasnya. (**/Zul)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...
624 Views

Terimakasih telah mengunjungi laman Dikti, silahkan mengisi survei di bawah untuk meningkatkan kinerja kami

Berikan penilaian sesuai kriteria berikut :

  • 1 = Sangat Kurang
  • 2 = Kurang
  • 3 = Cukup
  • 4 = Baik
  • 5 = Sangat Baik
x