IPB University Gelar UTBK dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Tahun 2021, IPB University kembali ditunjuk sebagai penyelenggara Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) bersama 73 perguruan tinggi yang lain. Pelaksanaan UTBK di IPB University dimulai hari ini, 12/4. UTBK merupakan ujian yang dijadikan sebagai basis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Pelaksanaan UTBK di IPB University tahun ini dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 12-18 April dan Gelombang Kedua akan dilaksanakan pada 26 April  sampai 2 Mei mendatang.

“Jumlah peserta yang akan ikut tes UTBK di IPB University sekira 15 ribu orang. Dengan demikian, dalam sehari akan ada sekira 1.200 peserta yang akan masuk di empat lokasi kampus IPB University,” ujar Dr Drajat Martianto, Wakil Rektor bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan yang juga Ketua Pelaksana UTBK IPB University.

Jumlah tersebut, katanya, belum termasuk pengantar. Diperkirakan, jumlah pengantar dapat mencapai lebih dari 1200 orang yang akan memasuki kampus-kampus IPB University .

Pelaksanaan UTBK kali ini terbagi menjadi empat lokasi yaitu Kampus IPB Dramaga, Kampus IPB Cilibende, Kampus IPB Gunung Gede dan  Kampus IPB Baranangsiang.

Baca Juga :  Kegawatdaruratan Pada Anak, Menentukan Kualitas Generasi Penerus Di Masa Depan

“IPB University menerapkan kebijakan yang sangat ketat terkait protokol kesehatan, sehingga prinsip kehati-hatian adalah prioritas kita. Oleh karena itu, IPB University mewajibkan seluruh peserta untuk membawa surat keterangan bebas COVID-19, baik rapid antigen maksimal tiga hari sebelumnya maupun Genose,” ujar Dr Drajat.

Bagi peserta yang tidak membawa surat bebas COVID-19, lanjut Dr Drajat, tidak diijinkan mengikuti tes UTBK. Peraturan ini juga berlaku bagi petugas tes UTBK baik petugas komputer, pengawas maupun petugas lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tes UTBK. Bahkan, petugas akan mengikuti tes COVID-19 setiap dua hari sekali.

Meskipun sudah membawa surat keterangan bebas COVID-19, peserta tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Para peserta wajib mematuhi aturan 5M sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19.

“Kami berharap, peserta  patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan dan mengikuti seluruh aturan yang diterapkan selama penyelenggaraan UTBK di IPB University. Seluruh langkah ini merupakan bentuk komitmen dan upaya IPB University untuk saling melindungi, baik peserta maupun panitia penyelenggara dari penularan COVID-19, ” jelas Dr Drajat.

Baca Juga :  Kepala LPPM IPB University Beberkan Konstitusi dan Sistem Tata Kelola Sumberdaya Alam di Indonesia

Terkait dengan persyaratan peserta UTBK IPB University harus membawa hasil swab antigen, Dr Drajat menambahkan bahwa Panitia UTBK IPB University sudah jauh-jauh hari menginformasikan persyaratan ini kepada peserta. “Peserta harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan panitia, sehingga peserta yang tidak membawa hasil swab antigen tidak diperbolehkan mengikuti ujian, dan sesuai ketentuan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) tidak ada relokasi/pengganti waktu ujian untuk yang bersangkutan, ” ungkapnya.

Namun untuk memberi kemudahan bagi peserta yang belum sempat melakukan tes COVID-19, mulai siang ini dan hari-hari berikutnya, IPB University akan membuka layanan tes swab antigen di Poliklinik Kampus IPB Dramaga, Bogor. Untuk tanggal 13-18 April, layanan swab antigen di Poliklinik IPB Dramaga dibuka mulai pukul 06.00 WIB.

Selain Poliklinik IPB Dramaga, peserta juga bisa melakukan tes Genose di area pool Damri Baranangsiang mulai pukul 09.00 WIB atau di klinik-klinik terdekat dengan lokasi ujian. (RA)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
837 Views

Terimakasih telah mengunjungi laman Dikti, silahkan mengisi survei di bawah untuk meningkatkan kinerja kami

Berikan penilaian sesuai kriteria berikut :

  • 1 = Sangat Kurang
  • 2 = Kurang
  • 3 = Cukup
  • 4 = Baik
  • 5 = Sangat Baik
x