Mahasiswa IAAS LC IPB University Berikan Edukasi Pertanian di Panti Asuhan

IAAS LC IPB University selenggarakan Agriranger X ICC di Panti Asuhan Yayasan H. Haryono Mukana, Cibanteng, Bogor, akhir bulan lalu. Agriranger X ICC merupakan kolaborasi antara departemen Project dan Exchange Program. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud kepedulian member IAAS LC IPB University dengan kondisi anak-anak terutama di masa pandemi.

Kegiatan bertema “FARMOUS (From Farm to Us) : Food’s Journey to Get in Our Hands” ini berusaha mengajarkan tentang bagaimana makanan telah melalui berbagai proses sebelum sampai ke piring kita. Tema ini juga mengajarkan anak-anak untuk tidak membuang-buang makanan (Food Waste).
Peserta diajak bermain ‘Guess the Food.’ Permainan ini memakai media playmate ular tangga yang ditujukan agar anak-anak dapat mengenal makanan dalam bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Peserta juga diajak mendengarkan story telling mengenai ‘The Journey of Fried Rice’ oleh Wanella Rosaprana dan Sultan Abit Berutu sebagai Rangers pada acara ini. Storytelling ini diimplementasikan dengan sangat menarik menggunakan beberapa properti, pelataran menggunakan powerpoint, dan diperankan oleh Rangers sehingga menarik perhatian anak-anak. Setelah itu, semua peserta dibagi kedalam 3 kelompok sesuai dengan jenjang usia dan melakukan kegiatan Focus Group Discussion dengan tujuan anak-anak dapat saling berdiskusi dan berani untuk menyampaikan pendapat mereka masing-masing.

Baca Juga :  FIK UI Bantu Orang tua dan Guru Tingkatkan Kemampuan Adaptasi Anak Penyandang Autis di Masa Pandemi COVID-19

Pada kelompok balita terdapat kegiatan “Clap it with me” dimana Rangers memandu peserta mempelajari tiga bentuk tepuk tangan. Kegiatan lainnya berupa “Stick to the type of plant”, yaitu mempelajari nama tanaman dalam dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Tanaman yang ditemukan dikelompokkan dalam papan “Eaten vs Not Eaten Plant” sehingga mereka memahami tanaman mana saja yang dapat dikonsumsi dan tidak dapat dikonsumsi.

Di kelompok SD terdapat kegiatan “My food my adventure”, sebuah diskusi dimana peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari empat orang. Setiap peserta menggambarkan alur makanan dari awal petani hingga makanan siap saji. Kelompok terakhir, yaitu kelompok remaja yang bermain permainan “Undercover”. Cara bermain game undercover ini adalah dalam satu tim akan diberi dua kata yang mirip dan sisanya akan diberi kata yang benar. Setiap orang harus mendeskripsikan kata yang mereka dapatkan, kemudian harus menebak melalui diskusi siapa yang menyamar.

Baca Juga :  Kandidat Doktor Psikologi UI Teliti Kualitas Perkawinan Pasangan Tanpa Anak di Indonesia

“Kehadiran IAAS IPB University hari ini sangat luar biasa,” ujar Laksamana Madya TNI Aan Kurnia, Pemilik Panti Asuhan H Haryono Mukana.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
99 Views

Terimakasih telah mengunjungi laman Dikti, silahkan mengisi survei di bawah untuk meningkatkan kinerja kami

Berikan penilaian sesuai kriteria berikut :

  • 1 = Sangat Kurang
  • 2 = Kurang
  • 3 = Cukup
  • 4 = Baik
  • 5 = Sangat Baik
x