Bekerjasama dengan KBRI Ankara di Turki dan Universitas Brawijaya, Pelaksana Program IISMA Menyelenggarakan Pre-Departure Briefing

Jakarta – Pelaksana Program IISMA menyelenggarakan Pre-Departure Briefing (PDB) sebagai persiapan keberangkatan 14 awardee IISMA ke Middle East Technical University (METU) Turki yang diselenggarakan secara daring pada 7 September 2022 Pukul 14.00 WIB atau 10.00 GMT+3 (waktu Turki) bersama dengan KBRI Ankara.
Program IISMA PDB yang ke-6 untuk Kawasan Asia ini merupakan hasil kerja sama antara IISMA dengan Universitas Brawijaya.

IISMA PDB merupakan salah satu rangkaian pelaksanaan Program Indonesian International Student Mobility Awards tahun 2022 yang yang bertujuan untuk memberikan pengarahan kepada para awardees dari 7 perguruan tinggi di Indonesia agar menjadi WNI yang baik, mengenal kebudayaan, serta informasi lainnya yang harus diketahui sebelum menjalani perkuliahan selama satu semester di METU. Program IISMA merupakan bagian dari Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Ditjen Dikti Kemendikbudristek. Kegiatan IISMA PDB yang dihadiri oleh perwakilan Kantor Urusan Internasional dari masing-masing perguruan tinggi asal para awardees dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Aulanni’am, sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini.

Baca Juga :  Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka, Solusi bagi Perguruan Tinggi dan Perusahaan

Dalam sambutan dan paparannya, Firtiyani Riduan, Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Ankara, Turki memberikan bahasan singkat mengenai kehidupan di Turki terutama informasi terkait pendidikan dan mahasiswa Indonesia di sana yang selama 20 tahun terakhir mengalami transformasi pendidikan. Secara kualitas, riset teknologi menjadi riset terbaik saat ini di Turki. Terkait penanganan kasus COVID-19 di Turki, per aturan pada bulan April 2022, sudah tidak ada pembatasan sosial dan penggunaan masker karena 80% penduduk sudah vaksin. Pensosbud mengimbau para awardees untuk menjaga diri selama berada di sana.

Selain itu, sebagai negara yang memiliki pariwisata sebagai sektor industri terkuat, Firtiyanti menghimbau agar para mahasiswa IISMA dapat menjaga diri ketika berada di kawasan pariwisata di Turki diantaranya Istanbul, Capadocia, dan Ankara. Paparan Pensosbud ditutup dengan informasi tentang kehidupan sosio-politik masyarakat Turki.

Baca Juga :  Peningkatan Literasi Media dan Pemikiran Kritis SDM Pendidikan Tinggi melalui Program 'Tular Nalar'

“Pandangan sosio-politik dari masyarakat yang beragam bergantung pada lokasi geografisnya, sehingga awardees diminta untuk dapat bijak dalam beradaptasi saat tinggal di sana selama mengikuti program IISMA”, imbaunya.

Program IISMA ke Turki tahun ini merupakan tahun kedua setelah pada tahun 2021 juga mengirimkan para awardeenya ke METU. Wakil Ketua Program IISMA, Andi Rahadiyan Wijaya, mengingatkan para awardees bahwa mereka adalah duta bangsa, sebuah amanah yang berat, sehingga segala norma dan aturan yang berlaku di Indonesia tetap harus dipatuhi meskipun berada di luar negeri.
(YH/DZI/FH/DH/NH/SH/MSF)

Humas Ditjen Diktiristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.diktiristek.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Diktiristek
E-Magz Google Play : G-Magz
Tiktok : Ditjen Dikti

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
370 Views